Skip to main content

Posts

Showing posts with the label SATIRE

Membaca Borges dan Orang-Utan Abadi

Seseorang yang Sudah Tak Mau Mendengar Apa Pun Tentang Corona

Oleh: Ahmad Farid Yahya Hujan datang dua kali. Yang pertama bikin jalanan lobang. Yang kedua bikin banjir sepertiga kabupaten. Segerombol orang membantu sesama. Selalu tak lepas dari politik identitas. Memakai pakaian hijau-hijau, ada yang hitam-hitam, ada yang pakai masker, atau bagi-bagi hand sanitizer. Maskernya pun beragam. Ada yang menyerupai masker medis, ada yang masker kain, ada yang masker ala artis Korea, ada yang masker ala Wibu, ada yang masker bersablon. Untuk yang terakhir bukan termasuk politik identitas. Itu politik praktis. Maskernya bersablon nama calon bupati. Salat jumat ditiadakan. Banyak pro-kontra. Dengan dalil sana-sini. Dengan menyalahkan sana-sini. Semua ini membuatku pusing! Sudah sejak Januari lalu kita membahas virus sialan itu. Sudah sejak bulan itu pula kita keluarkan berbagai macam teori konspirasi. Maret, April, Mei, Juni, semestinya "kita saling menyatu". Bukan lagi waktunya membahas virus sialan itu. Meski membedah virus bla bla ...

Gerbang Dunia

Oleh: Ahmad Farid Yahya Tempat itu kumuh, penuh debu, dan berjajar para gelandangan sedang tidur di situ. Kalau pagi mulai datang, orang-orang itu kebanyakan menyingkir pergi. Ada beberapa yang masih bertahan sampai akhirnya Pak Satpam mengusirnya. Kemudian malamnya mereka datang lagi untuk tidur di situ. Bagimana tidak, mereka memang tak punya rumah. Hidup di negeri yang kaya raya ini, dan tak punya rumah, adalah sebuah kehinaan. Jam 08.00 para buruh memasuki pabrik. Sedang gelandangan itu ada yang bertahan di sekitar situ. Mau makan apa? Tak tahu. Satu orang kencing di sebuah gelas plastik bekas, lalu diminumnya kencingnya sendiri. Itu orang gila. Tak tahu mana air bersih dan tak tahu mana air kencing. Tapi setidaknya, kita dan orang gila sama tahu bahwa tak semudah itu mendapatkan air dalam gelas. Padahal airnya diambil dari negeri kita. Uang kita diambil buat bayar air itu. Rupa-rupa kekonyolan semakin menjadi. Sore hari ketika para buruh pabrik pulang, beberapa gelanda...

BH Siswa, MaBa, dan Mahasiswa Adalah Proyek

Cerpen Karya: Ahmad Farid Yahya Begini, Suatu hari ada mahasiswa dengan celana bolong-bolong dan baju warna merah duduk di taman kampus sambil membaca buku "Atlas Wali Songo". Katanya, angin berembus mesra, daun gugur perlahan beserta irama keresahan dan barangkali nuansa yang begitu puisi. Terlalu lama di taman membuatnya wegah dan menuju kantin, untuk sekadar menyediakan tangan. Hei, tangan mahasiswa ini sangat laris disalami rekan-rekannya seangkatan, dan beberapa angkatan di bawahnya. Kabarnya mahasiswa ini anggota BEM kampus. Meski cuma anggota, ia begitu disegani mahasiswa lain. Karena bisa dibilang mahasiswa ini ahlinya penggiringan opini. Setidaknya begitulah anggapan ia sendiri. Mahasiswa yang agak bohemian ini pernah diringkus satpam hanya gara-gara bikin story WA. Ternyata sekarang senjata "viral" tak kalah berbahaya dengan virus corona. Hanya dengan sekali klik " post !" maka bisa-bisa kampus rugi puluhan bahkan ratusan juta--kala...