Skip to main content

Posts

Showing posts with the label PUISI

Membaca Borges dan Orang-Utan Abadi

Derai-Derai Cemara

Cemara menderai sampai jauh terasa hari akan jadi malam ada beberapa dahan di tingkap merapuh dipukul angin yang terpendam Aku sekarang orangnya bisa tahan sudah berapa waktu bukan kanak lagi tapi dulu memang ada suatu bahan yang bukan dasar perhitungan kini Hidup hanya menunda kekalahan tambah terasing dari cinta sekolah rendah dan tahu, ada yang tetap tidak terucapkan sebelum pada akhirnya kita menyerah (Puisi Chairil Anwar, 1949)

Puisi WS Rendra yang Legendaris

Sajak Pertemuan Mahasiswa Karya: WS Rendra Matahari terbit pagi ini Mencium bau kencing orok di kaki langit Melihat kali cokelat menjalar ke lautan dan mendengar dengung lebah di dalam hutan, Lalu kini ia dua penggalah tingginya dan ia menjadi saksi kita berkumpul di sini memeriksa keadaan Kita bertanya: Kenapa maksud baik tidak selalu berguna Kenapa maksud baik dan maksud baik bisa berlaga Orang berkata “Kami punya maksud baik” dan kita bertanya: ”Maksud baik saudara untuk siapa?” Ya! Ada yang jaya, ada yang terhina Ada yang bersenjata, ada yang terluka Ada yang duduk, ada yang diduduki Ada yang berlimpah, ada yang terkuras dan kita di sini bertanya: “Maksud baik saudara untuk siapa?” “Saudara berdiri di pihak yang mana?” Kenapa maksud baik dilakukan Tetapi makin banyak petani kehilangan tanahnya Tanah-tanah di gunung sudah menjadi milik orang-orang di kota Perkebunan yang luas Hanya menguntungkan segolongan kecil saja...